Rabu, 31 Agustus 2011

BATUBARA


Batubara adalah batuan yang mudah terbakar yang lebih dari 50% -70% berat volumenya merupakan bahan organik yang merupakan material karbonan termasuk inherent moisture. Bahan organik utamanya yaitu tumbuhan yang dapat berupa jejak kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora, polen, damar, dan lain-lain. Selanjutnya bahan organik tersebut mengalami berbagai tingkat pembusukan (dekomposisi) sehingga menyebabkan perubahan sifat-sifat fisik maupun kimia baik sebelum ataupun sesudah tertutup oleh endapan lainnya.
Proses pembentukan batubara terdiri dari dua tahap yaitu tahap biokimia (penggambutan) dan tahap geokimia (pembatubaraan).
peatification                             coalification
Endapan          organik            Gambut           Batubara
Biokimia                                  geokimia
Tahap penggambutan (peatification) adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang air pada kedalaman 0,5 - 10 meter. Material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H, N, O, dan C dalam bentuk senyawa CO2, H2O, dan NH3 untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik dan fungi diubah menjadi gambut (Stach, 1982, op cit Susilawati 1992).
Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya, temperatur, tekanan, dan waktu terhadap komponen organik dari gambut (Stach, 1982, op cit Susilawati 1992). Pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat, sedangkan prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurang (Fischer, 1927, op cit Susilawati 1992). Proses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit, hingga meta antrasit.

Genesa Batubara
Batubara adalah batuan sediment (.padatan ) yang dapat terbakar, berasal dari tumbuhan, yang pada kondisi tertentu tidak mengalami proses pembusukan dan penghancuran yang sempurna karena aktivitas bakteri anaerob, berwarna coklat sampai hitam yang sejak pengendapannya terkena proses fisika dan kimia, yang mana mengakibatkan pengayaan kandungan karbon. Proses pembentukan batubara dari tumbuhan melalui dua tahap, yaitu :
1. Tahap pembentukan gambut (peat) dari tumbuhan yang disebut proses Peatification Gambut adalah batuan sediment organic yang dapat terbakar yang berasal dari tumpukan hancuran atau bagian dari tumbuhan yang terhumifikasi dan dalam keadaan tertutup udara ( dibawah air ), tidak padat, kandungan air lebih dari 75 %, dan kandungan mineral lebih kecil dari 50% dalam kondisi kering.
2. Tahap pembentukan batubara dari gambut yang disebut proses coalification Lapisan gambut yang terbentuk kemudian ditutupi oleh suatu lapisan sediment, maka lapisan gambut tersebut mengalami tekanan dari lapisan sediment di atasnya. Tekanan yang meningkatakan mengakibatkan peningkatan temperature. Disamping itu temperature juga akan meningkat dengan bertambahnya kedalaman, disebut gradient geotermik. Kenaikan temperature dan tekanan dapat juga disebabkan oleh aktivitas magma, proses pembentukan gunung api serta aktivitas tektonik lainnya. Peningkatan tekanan dan temperature pada lapisan gambut akan mengkonversi gambut menjadi batubara dimana terjadi proses pengurangan kandungan air, pe lepasan gas gas ( CO2, H2O, CO, CH4 ),

Proses Terbentuknya Batubara



Peta Potensi Batubara Indonesia


Minggu, 21 November 2010


Pantai siung.. ,salah satu diantara beberapa pantai- pantai yang ada di daerah Gunung Kidul Yogyakarta.secara geografis pantai siung terletak didaerah Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul yang jaraknya ± 70 Km dari kota yogyakarta .Untuk akses nya pun tidak begitu sulit dan jalan menuju kesana pun sudah beraspal halus jadi oke untuk yang menggunakan kendaran pribadi.http://maps.google.com/maps?hl=id&tab=wl
yg kiri mbah yoga
pantai siung dengan butiran pasirnya yang putih dan tebing karang yang mengelilinginya  yang menjadikan siung sebagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi .tidak hanya menawarkan  keindahan alam pantainya ,untuk sebagian orang khususnya para penggemar panjat tebing (climbers) siung merupakan surga panjat yang ada dijogjakarta,dengan lebih dari 250 jalur  pemanjatan yang dibagi 8 blok dari A-H baik untuk panjat sport maupn artificial yang memiliki variasi tinggi tebing yang berbeda mulai dari 5 m sampai yang tingginya lebih dr 30m dan memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi dari yang mudah, yang biasa digunakan untuk pemanjat pemula hanya untuk sekeder bersenang-senang sampai dengan tebing yang memilki tingkat kesulitan yang tinggi yang biasa di pakai oleh para pemanjat (climbers) yang sudah bepengalaman.
untuk soal tempat makan tidak perlu kwatir,di sana ada beberapa warung makan dengan harga yang relatif sama dengan harga makan yang ada di jogja.sedangkan untuk penginapan tersedia disana, tapi bayar boy...kalau mau ngirit bisa bawa tenda dome aja lebih asik.....untuk listrik sekarang disana sudah ada genset jadi bisa charger hp tapi masalahnya disana tidak ada sinyal,jadi kalau mau cari sinyal hp harus keluar dari pantai ketemapat desa paling dekat dengan pantai....ya jaraknya ±2-3 km,mantap!!!!!!!!!!!!!
blok H
sisi lain DR FAHMI
tri soetriono




rizal ma'rufi(tile)